PSHT Jember berantas narkoba
Jember, Beritajember.com-Penyakit masyarakat yang disebut Narkoba memang perlu disikapi dari berbagai element masyarakat. salah satunya yang dilakukan organisasi pencak sialat persaudaraan setia hati terate (PSHT)
cabang Jember dalam kenaikan tingkat, sabuk hijau ke putih di desa rowo tengah kecamatan Sumberbaru pada 08.00 WIB, 15 Mei 2016.
Untuk merealisasikan program pemberantasan Narkoba H. Jono Wasinudin, S.Kep, M.Si selaku ketua cabang psht cabang Jember meyampaikan bahwa ajaran PSHT selalu menekankan untuk bisa
memahami watak seorang pendekar PSHT serta dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajaran PSHT lanjut dia, merupakan kegiatan yang berusaha untuk membentuk karakter budaya bangsa, sehingga ajaranya sebagai bagian dari revolusi mental yang menjadi program dari Presiden Joko Widodo.
Acara terbesar sepanjang sejarah psht cabang jember ini diikuti sebanyak 1270 lebih peserta tes,
terdiri 28 Kecamatan dan 3 Universitas Besar di Jember.
Dalam upacara pembukaan tes kenaikan tingkat ini, di hadapan sekitar 3000 warga PSHT yang hadir,
Jono Mendeklarasikan Pendekar Psht Bebas Narkoba. “Hal ini merupakan wujud bahwa organisasi PSHT
membantu Program Pemerintah dalam memberantas narkoba. jelasnya
Kepala bagian operasi Polres Jember yang juga menghadiri acara tersebut, KomPol ChaDjad
Thahjadi mengaku senang dengan deklarasi Pendekar PSHT bebas Narkoba. “Organsisi Psht ini adalah
organisasi besar sehingga adanya program dengan tema berantas Narkoba melalui revolusi mental pemuda ini merupakan terobosan baru” katanya.
Dengan adanya program ini lanjut dia, masing-masing anggota memiliki lingkungan sendiri, memiliki keluarga sendiri, mereka dapat membantu menjaga keluarga dan lingkungan masing-masing dari obat-obatan terlarang.
Thahyadi juga menghimbau kepada segenap anggota psht dan peserta tes agar tetap menerapkan apa yang menjadi gagasan dan perintah organisasi psht yang telah disampaikan oleh ketua cabang psht. “Mari bersama jauhi narkoba, semoga psht ini menjadi pelopor anti narkoba di Jember”. katanya.
Hal serupa juga ditekankan oleh ketua bidang keorganisasian, H.Muhtaris bahwa langkah yang akan dilakukan PSHT kedepannya untuk mengawal semua anggotanya adalah Berani untuk mengatakan tidak
terhadap Narkoba, berani mengingatkan saudaranya untuk tidak menggunakan narkoba, berani untuk
melaporkan ke aparat kepolisian apabila di lingkunganya ada yang menggunakan Narkoba.
Muhtaris menambahkan Kalau warga PSHT ditemukan ada yang menggunakan narkoba maka akan ada tindakan Teguran. “Teguran satu Pengurus cabang bersama Pengurus Ranting akan turun untuk mendatangi rumah anggotanya dalam rangka memberikan peringatan agar tidak memakai Narkoba. Teguran kedua, Apabila selama kurun waktu enam bulan tidak ada perubahan akan diberi teguran secara tertulis untuk tidak
mengikuti kegiatan di organisasi PSHT selama satu tahun. Teguran ketiga Apabila selama satu tahun tetap tidak berubah dan membuat organisasi menjadi jelek di mata masyarakat, maka kita akan mengusulkan ke PSHT Pusat Madiun untuk di keluarkan dari PSHT. Jelasnya.
Penulis : Is
Editor : Mfb/O2

Siippsht
BalasHapus