WAJAH YANG RETAK
Gambar ilustrasi
Beritajember.com- Moral yang dalam bahasa latin disebut moralitas adalah istilah untuk memberikan nilai positif terhadap tindakan manusia, manusia yang tidak bermoral disebut amoral yang berarti tidak memiliki nilai positif dimata manusia lainnya.
Sebagaimana diketahui, sumber koherensi kehidupan manusia terletak pada moralitas, orang dapat dengan mudah menilai orang lain baik atau buruk dengan melihat moralnya.
Salah satu hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad bin Hambal dalam Musnad-nya 2/381, Imam Al Haakim dalam Mustadrak-nya 2/613, dan Imam Al Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrad no. 273 menjelaskan bahwa di utusnya nabi Muhammad Saw. Oleh allah tidak lain hanyalah untuk memperbaiki moralitas manusia.
Namun dibawah kapitalisme moralitas telah dinafikan, sebab individu telah di cerai-beraikan dari sumber-sumber yang di perlukan untuk memberi koherensi kehidupannya ( Poole, 1993; 190 ).
Flash back terhadap kejadian-kejadian yang sudah berlalu banyak sekali kejadian yang tidak lagi mencerminkan moralitas seperti anak membunuh orang tuanya sendiri, guru mencabuli muridnya, perampokan disertai pemerkosaan yang berujung pada pembunuhan, dan yang terbaru serta masih hangat adalah kasus suka sesama jenis ( LGBT ) yang masih menjadi perdebatan tentang legalitas hukumnya, serta masih banyak kejadian atau fenomena yang mencerminkan perbuatan amoral lainya.
Kejadian penggerebekan warung lesehan yang berada di kecamatan jenggawah kabupaten jember tadi malam merupakan contoh konkrit dari terpisahnya koherensi manusia yang diciptakan oleh kapitalisme, terbukti bahwa warung yang seharusnya menjual makanan dan minuman dengan pelayanan yang prima tak lagi di utamakan, hal tersebut disebabkan oleh bias kapitalisme yang hanya mementingkan urusan provit dan mengesampingkan moralitas, bahkan mentiadakan karena moralitas dianggap penghambat bagi tercapainya tujuan kapitalisme.
Moralitas mungkin adalah satu-satunya tanggul yang bisa menahan banjir ekspansi kapitalisme, sebab dengan adanya moralitas manusia akan bisa mengontrol segala keinginannya yang bersifat amoral.
Penulis : mfb/o2

Posting Komentar
Posting Komentar