n1FhaZjCYZ9zOTCsr18afCIBJB9nC32SGq0Mney0
Kementrian Agama: Mahasiswa Sasaran Utama Kelompok Radikal

Iklan Billboard 970x250

Free Download Blogger Template High CTR AdSense

Kementrian Agama: Mahasiswa Sasaran Utama Kelompok Radikal



 

Kementerian Agama melakukan riset terkait gerakan radikalisme yang makin marak terjadi. Berdasarkan riset tersebut diketahui, mahasiswa menjadi sasaran utama kelompok radikal.

Menurut Wawan Junaidi, Kabid Harmonisasi Umat Beragama Pusat Kerukunan Umat Beragama di Kemenag RI, mahasiswa menjadi sasaran karena mudah dipengaruhi untuk melakukan tindakan radikal.

“Kontra -naratif dari mahasiswa yang menjadi konter gerakan radikal itu,” kata Wawan dalam seminar Pengembangan Wawasan Multikulturalisme Mahasiswa yang diselenggarakan oleh mahasiswa Pascasarjana IAIN Jember di Hotel Bintang Mulia, Senin (13/11).

Wawan mengungkapkan, pintu mahasiswa terlibat dalam gerakan radikalisme melalui Lembaga Dakwah Kampus (LDK). Hasil riset yang dilakukan, 70 persen melalui jalur tersebut. “LDK tersebut lebih banyak di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), sedangkan PT Keislaman relatif lebih sedikit,” tambahnya.

Untuk itulah, peran mahasiswa untuk melawan gerakan radikalisme itu cukup efektif. Yakni sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki, mulai dari kampanye di dunia sosial hingga pada lingkungan sekitar pada mahasiswa. Generasi generasi tua akan mengambil peran yang lain dalam mewujudkan perdamaian dan kerukunan.

Jember, tambah alumnus UIN Malang tersebut, termasuk Kabupaten dengan Indeks kerukunan umat beragama yang berada di urutan tengah, Indeks tertinggi di NTT. Sehingga mahasiswa diharapkan menjadi aktor aktif untuk mengecilkan masalah.

Sementara itu, rektor IAIN Jember Babun Suharto menambahkan, mahasiswa memiliki tiga peran dalam mewujudkan perdamaian dan kerukunan. Pertama, sebab mahasiswa tangguh yang memiliki akhlak mulia. Sehingga tidak mudah terpengaruh oleh gerakan radikalisme.

Kedua, menjaga nilai-nilai yang ada di masyarakat. Seperti sikap tolong-menolong, gotong-royong, dan saling menghormati. Semua itu merupakan warisan nenek moyang yang perlu dijaga untuk merawat kerukunan.

“Ketiga mahasiswa sebagai agen perubahan, memberikan solusi atas permasalahan bangsa,” ujarnya.
Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar