LESTARIKAN BUDAYA LELUHUR.
Semboro, Beritajember.com- perkembangan teknologi dewasa ini semakin canggih. Tak dapat dihindari arus globalisasi membuat generasi bangsa merasa asing dengan budayanya sendiri.
Tapi tidak semua budaya-budaya lokal terkikis oleh peradaban baru. Tidak semua kebudayaan asli indonesia diganti oleh budaya barat. Salah satunya adalah kesenian tradisional jaran kencak.
Jaran kencak ini tetap dilestarikan oleh salah satu gruop seni "cinta budaya" yang berlokasi di Padang Rejo, Semboro.
Komunitas seni ini pada hari selasa (5 April 2015) mengadakan pertunjukan di desa Banjar Rejo, Umbul Sari, Jember.
Ijeh salah satu penonton mengatakan sangat terhibur dengan adanya tari kuda yang disebut jaran kencak itu. "Saya suka mas dengan hiburan ini sebab di sini mulai dulu sudah kayak gini" katanya.
Jaran kencak yang konon berasal dari lumajang ini tetap eksis di daerah Umbulsari, karena menurut salah seorang sesepuh desa setempat setiap ada hajatan tertentu di Umbulsari menanggap jaran kencak.
Pada hari itu jaran kencak yang berarti jaran menari itu diarak keliling desa Banjar Rejo, Umbulsari.
Sumi salah seorang warga yang di depan rumahnya di didatangi tarian kuda hias itu menyatakan kalau warga banjarrejo memiliki hajatan seperti nikahan, khitanan, dan sebagainya cenderung nanggap tarian kuda. "Budaya ini jangan sampai hilang dari bumi nusantara karena ini merupakan kebiasaan nenek moyang" katanya.
Memang semua masyarakat perlu diberi pemahaman bahwa kita harus bangga menjadi orang indonesia dengan segudang kesenian dan kebudayaan.
Penulis : is
Editor : mfb/o2

Posting Komentar
Posting Komentar